Dashboard Interaktif Kebutuhan Guru

Kajian Strategis Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Pengantar dan Konteks

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Dinas Pendidikan untuk menjamin kualitas dan pemerataan layanan pendidikan, kami menyajikan potret komprehensif mengenai kondisi dan kebutuhan guru di Kota Surabaya.

🎯

Tujuan 1: Membangun Pemahaman Bersama

Menyajikan data untuk membangun persepsi yang sama bagi seluruh pemangku kepentingan mengenai dinamika SDM guru.

🔍

Tujuan 2: Analisis Mendalam

Menunjukkan keterbatasan indikator umum seperti rasio guru-siswa dan menyajikan data kebutuhan riil yang lebih akurat.

📈

Tujuan 3: Menjabarkan Langkah Strategis

Memaparkan arah kebijakan dan rencana strategis Dinas Pendidikan dalam mengatasi tantangan pemenuhan kebutuhan guru.

Dashboard Utama: Potret SDM Guru (Data 2024)

Gambaran Permukaan

Rasio Guru Agregat

~1:0

SD Negeri

~1:0

SMP Negeri

Interpretasi Awal: Angka rasio secara umum tampak cukup ideal.

Realitas Kebutuhan Riil

Total Kekurangan Guru

0

(Per 1 Des 2024)

SD Negeri: -705
SMP Negeri: -312

Temuan Mendalam: Terdapat kekurangan riil yang signifikan.

Tantangan Jangka Panjang

Proyeksi Guru Pensiun

0

(Periode 2025 - 2028)

SD Negeri: 999
SMP Negeri: 540

Implikasi Strategis: Tanpa rekrutmen masif, krisis akan berlanjut.

Inti Masalah: Paradoks Rasio Guru-Siswa

Rasio agregat yang tampak "baik" seringkali menutupi masalah kekurangan guru yang sebenarnya. Mari kita bedah mengapa demikian.

Perhitungan Rasio (Gambaran Makro)

  • Rumus: Total Guru / Total Siswa
  • Cakupan Guru: Termasuk Kepala Sekolah, Guru BK, dll.
  • Hasil: Angka rata-rata yang tampak kecil dan ideal.
  • Kelemahan: Tidak mencerminkan beban kerja guru harian di kelas.

Realitas di Ruang Kelas (Kondisi Mikro)

  • Metrik Riil: Jumlah Siswa per Rombongan Belajar (Rombel)
  • Dasar Perhitungan Dispendik: Analisis Beban Kerja & Jumlah Rombel.
  • Hasil: Kebutuhan guru yang akurat sesuai kondisi lapangan.
  • Fokus: Kualitas KBM di setiap kelas.

Cerita Dua Angka: Rasio Ideal vs. Realitas Krisis

Di satu sisi, angka rasio guru-siswa kita tampak ideal. Namun di sisi lain, Dinas Pendidikan mencatat adanya kekurangan lebih dari seribu guru. Bagaimana mungkin kedua angka ini sama-sama benar?

~1:0

(Gambaran Permukaan yang Terlihat Baik)

0

(Kenyataan di Lapangan yang Kritis)

Jawabannya terletak pada cara kita menghitung...

Proses Perhitungan Rasio (yang Menyesatkan)

INPUT

  • ✓ Guru Kelas/Mapel
  • ✓ Kepala Sekolah
  • ✓ Guru BK, dll.

(Semua tenaga pendidik dihitung)

⬇️

PROSES

Total Guru / Total Siswa
⬇️

OUTPUT

Angka Rasio yang Tampak Ideal

👨‍🏫

Metrik yang Sebenarnya

Jumlah Siswa per Rombel


Ini adalah **beban kerja riil** yang dihadapi guru setiap hari dan menjadi dasar **Analisis Kebutuhan Guru (AKG)** kami di Dinas Pendidikan.

Analisis Tren Kekurangan Guru (2022-2024)

Pilih tahun untuk melihat data riil kekurangan guru. Data ini menunjukkan jumlah posisi guru yang kosong pada akhir setiap tahunnya.

0
Total Kekurangan Guru
0
Kekurangan Guru SD
0
Kekurangan Guru SMP
0
Total Kekurangan Guru
0
Kekurangan Guru SD
0
Kekurangan Guru SMP
0
Total Kekurangan Guru
0
Kekurangan Guru SD
0
Kekurangan Guru SMP

Ancaman Masa Depan: Gelombang Pensiun Guru (2022-2027)

Kekurangan guru diperparah oleh jumlah guru PNS yang purna tugas setiap tahun. Grafik ini menunjukkan skala tantangan rekrutmen yang harus kita hadapi.

  • 2022
    302
  • 2023
    324
  • 2024
    335
  • 2025
    380
  • 2026
    368
  • 2027
    362

Dampak Nyata di Lapangan: Konsekuensi Krisis Guru

Kekurangan guru bukan hanya angka statistik. Kondisi ini menciptakan berbagai dampak negatif yang dirasakan langsung di sekolah, baik oleh guru maupun siswa.

🥵

Beban Kerja Guru Berlebih

Sejak 2022, skema jam mengajar >24 JP hingga 40 JP diberlakukan. Ini melebihi tugas normal guru yang juga harus menyiapkan materi, menilai, dan membuat laporan.

📉

Potensi Penurunan Kualitas KBM

Beban kerja tinggi berisiko menurunkan kualitas KBM serta berdampak pada kesehatan fisik dan mental guru, menimbulkan "kekhawatiran dan kecemasan".

⚠️

Risiko Layanan Pendidikan

Kekurangan guru, terutama Guru Kelas SD, telah memasuki "tahap yang mengkhawatirkan", berisiko pada layanan pendidikan dasar yang tidak optimal bagi siswa.

Narasi Kesimpulan & Peta Jalan Strategis

Dari data yang telah kita lihat, terungkap sebuah cerita yang jelas. Kini, pertanyaannya adalah: bagaimana langkah kita ke depan? Berikut adalah peta jalan strategis yang kami usulkan.

🔍

Langkah 1: Fondasi pada Akurasi Data

Kita harus berhenti menggunakan rasio guru-siswa sebagai metrik utama. Fondasi semua kebijakan kepegawaian guru wajib didasarkan pada Analisis Kebutuhan Guru (AKG) berbasis Rombel yang riil.

🚀

Langkah 2: Tindakan Agresif & Terstruktur

Krisis kekurangan 1.017 guru dan ancaman pensiun 1.539 guru adalah "bom waktu". Diperlukan rekrutmen multi-tahun yang **konsisten dan melebihi angka pensiun** untuk menutup defisit.

Langkah 3: Visi Jangka Panjang

Tujuan akhir kita bukan hanya memenuhi kuantitas, tapi membangun ekosistem pendidikan unggul. Ini mencakup kesejahteraan guru, sinergi dengan sekolah swasta, dan menjadikan Surabaya barometer nasional.